Aku mengenalnya pertama kali lewat akun Facebook, awal tahun ini. Sejak pandangan pertama itu, aku langsung jatuh cinta. Ada sesuatu dalam dirinya yg membuatku merasa cocok dg pribadiku: petualang, bebas, ‘macho’ yg cenderung garang, tapi tetap punya sisi lembut. Aku langsung bulatkan tekad untuk memilikinya. Dan spontan kuberi nama DJANGKRIK

Usianya memang tidak terlalu muda. Banyak bagian tubuhnya pun penuh “luka” Sebagai bukti perjuangan yg pernah ia lakukan dan lewat


Perlu extra, memang, untuk memulihkan kondisinya. Tapi aku rela.
Demikianlah, Hari-hari ku banyak kulewati bersamanya






Jangkrik, Terima kasih ya, udah temani aku menyusuri banyak jalan. Di atasmu aku merasa bebas- merdeka. Jangan lelah berjalan bersamaku, walau ku tahu kamu tak lagi muda. Tapi aku percaya kamu masih gagah


