” Tuntutlah ilmu sampai ke China”. Pepatah ini sering mengiang di telingaku. Walau sekolah seringkali bukan prioritas kuš¤š, karena aku percaya ilmu bisa bisa didapat lewat cara apapun juga, tetapi aku percaya sekolah tempat terpenting menimba ilmu yg paling valid

Sekolah “memaksa” kita untuk berani memaksimalkan kemampuan otak kita ke tahap yg tak terbayangkan.
Jujur, akupun tak tahu kenapa aku sekarang kuliah di tempat ini. Sering terpikir, bergunakah ilmu yg kudapat di bangku kuliahku ini untuk hidupku kelak? Bahkan menjadi mahasiswa, pada awalnya, bukan prioritas hidupku. Tapi, di sinilah aku terdamparššš

Tapi sekarang, aku sadar. Tuhan memang punya rencana indah untukku dengan menempatkan aku di bangku kuliah ini. Aku bukan saja mendapat ilmu, tetapi juga persahabatan dan wawasan yg lebih luas




Bahkan aku tetap bisa melakukan minat dan perhatianku terhadap aktivitas sosial, bahkan yg paling sederhana



Kuliah, bagiku, bukan sekedar berkutat dengan diktat (makanya, nilai ku pun ndak bagus2 amat š). Aku ingin tetap menjadi diriku yg bebas-merdeka melakukan aktivitas apapun. Kuliah tidak mau kuanggap sebagai belenggu untukku mengekspresikan diri.





Masa muda hanya sekali, tetapi jiwa muda akan abadi
