Dalam Gelap Aku termangu

Ahhhhrrrrrrgggggghhhh. Lagiii dan lagi, mataku sulit terpejam, mungkin jam tidurku sekarang telah berubah. Seperti hewan yang bernama “kelelawar” yang tidur di siang hari dan beraktivitas di malam hari, yaaa benar. Aku adalah kelelawar itu. Kali ini aku menulis tepat pukul 3:00 am dini hari. Masih ku dengar suara jangkrik yang berteriak seolah-olah mengatakan tidurrrrr, tidurrrrr. Tapi entahlah apa yang saat ini terjadi, aku menghabiskan malam ku rasanya sangat percuma. Kegiatan malam ku hanya sekedar memandang ponselku yang aku pun sadar tidak ada yang perlu ku pandangi di situ.

tapi tak bisa ku pungkiri itulah aktivitas yang ku lalui sampai terbitnya sang fajar. Raga ingin sekali beristirahat, “lama”. Namun apa daya, pikiran selalu bekerja keras sehingga raga harus mengalah. Padahal raga selalu memberi tanda bahwa benar-benar lelah.

Mata mulai lelah, sesekali terpejam. Namun aku malah melihat kegelapan yang tak ingin aku rasakan. Kegelapan yang sering kali orang kaitkan dengan kesuraman, kehampaan, sehingga tak sedikit orang takut akan kegelapan apalagi yang takut akan “hantu” sehingga sedikit saja kegelapan itu muncul maka bayang-bayang buruk menghantui. Apa yang salah dengan gelap?? Ia hadir hanya karena situasi yang mengharuskan ia hadir. Harusnya aku tak lagi takut akan kegelapan, kegelapan tidak menghadirkan kehampaan, kesuraman, namun pikiran yang selalu menghadirkan hal tersebut. Jika aku mencintai terang? ! , mengapa aku tidak mencintai gelap. Karena terang dibutuhkan karena adanya gelap.

Ahhhhh. Apaan sihhh. Ngomong apa? ! Hahaaaaaa, selamat istirahat. Semoga harimu menyenangkan. Sudah mau pagi dan ini jam tidurku. 😴😴😴😴😴😴

Diterbitkan oleh Afrawiwir

Musafir kehidupan

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai