Dalam Gelap Aku termangu

Ahhhhrrrrrrgggggghhhh. Lagiii dan lagi, mataku sulit terpejam, mungkin jam tidurku sekarang telah berubah. Seperti hewan yang bernama “kelelawar” yang tidur di siang hari dan beraktivitas di malam hari, yaaa benar. Aku adalah kelelawar itu. Kali ini aku menulis tepat pukul 3:00 am dini hari. Masih ku dengar suara jangkrik yang berteriak seolah-olah mengatakan tidurrrrr, tidurrrrr. Tapi entahlah apa yang saat ini terjadi, aku menghabiskan malam ku rasanya sangat percuma. Kegiatan malam ku hanya sekedar memandang ponselku yang aku pun sadar tidak ada yang perlu ku pandangi di situ.

tapi tak bisa ku pungkiri itulah aktivitas yang ku lalui sampai terbitnya sang fajar. Raga ingin sekali beristirahat, “lama”. Namun apa daya, pikiran selalu bekerja keras sehingga raga harus mengalah. Padahal raga selalu memberi tanda bahwa benar-benar lelah.

Mata mulai lelah, sesekali terpejam. Namun aku malah melihat kegelapan yang tak ingin aku rasakan. Kegelapan yang sering kali orang kaitkan dengan kesuraman, kehampaan, sehingga tak sedikit orang takut akan kegelapan apalagi yang takut akan “hantu” sehingga sedikit saja kegelapan itu muncul maka bayang-bayang buruk menghantui. Apa yang salah dengan gelap?? Ia hadir hanya karena situasi yang mengharuskan ia hadir. Harusnya aku tak lagi takut akan kegelapan, kegelapan tidak menghadirkan kehampaan, kesuraman, namun pikiran yang selalu menghadirkan hal tersebut. Jika aku mencintai terang? ! , mengapa aku tidak mencintai gelap. Karena terang dibutuhkan karena adanya gelap.

Ahhhhh. Apaan sihhh. Ngomong apa? ! Hahaaaaaa, selamat istirahat. Semoga harimu menyenangkan. Sudah mau pagi dan ini jam tidurku. 😴😴😴😴😴😴

Bapak

Entah mengapa, ada banyak kata indah yg tercipta untuk ibu, tapi begitu miskin kata untuk seorang ayah….

Pada suatu kesempatan, aku hadir dalam misa di sebuah stasi. Di depan, terpisah dari bangku umat, duduk seorang lelaki tua dalam keheningan

Lelaki tua di sudut gereja itu menatap khusuk altar Tuhan yang sekian lama dirindui karena pandemi ini. Lelaki tua yg merindukan perjumpaan dg Tuhan dalam Ekaristi yg telah lama tak bisa diikuti karena “SINDEMI” (Sinergi pandemi, istilah yg baru kudapat) covid-19 ini.

Di sisi lain, pernah juga ku jumpai, sepasang suami-istri yg pulang dari menghadiri misa. Tangan mereka menyatu erat, tak hendak berpisah

Waktu itu pandemi belum merebak sehebat sekarang (walau selama pandemi mereka tetap berusaha datang, meskipun sebenarnya ada kebijakan tersendiri untuk lansia)

Menjadi tua merupakan sebuah kepastian, menjadi dewasa adalah sebuah pilihan; walau orang tua seringkali diindentikkan dengan kedewasaan.

Kedewasaan bukanlah rahmat yg jatuh dari langit seiring bertambahnya usia. Kedewasaan merupakan hasil dari proses belajar mengolah berbagai peristiwa kehidupan dalam keheningan hati dan pikiran. Karena itu, bisa saja seorang muda memiliki kedewasaan melebihi orang tua, bila ia punya kesempatan untuk hening mengolah berbagai pengalaman hidup

Aaah, cerita ku kali ini berat. Padahal cuma mau mengucapkan selamat hari ayah😁.

Hanya saja, dua foto yg ada di hpku tadi membuat aku berpikir soal hidup di masa tua. Aku sungguh berharap bisa mengisi masa muda dg ceria, sehingga masa tua tak diliputi rasa kecewa.

Pak, doakan kami yg masih berjuang di dunia ya. Bapak tenang dan bahagialah di surga. Bapak sudah banyak berjuang. Terima kasih untuk semua perjuangan itu. Peluk sayang dan rindu untuk bapak.

NON SCHOLAE SED VITAE DISCIMUS

” Tuntutlah ilmu sampai ke China”. Pepatah ini sering mengiang di telingaku. Walau sekolah seringkali bukan prioritas kuπŸ€­πŸ™, karena aku percaya ilmu bisa bisa didapat lewat cara apapun juga, tetapi aku percaya sekolah tempat terpenting menimba ilmu yg paling valid

Sekolah “memaksa” kita untuk berani memaksimalkan kemampuan otak kita ke tahap yg tak terbayangkan.

Jujur, akupun tak tahu kenapa aku sekarang kuliah di tempat ini. Sering terpikir, bergunakah ilmu yg kudapat di bangku kuliahku ini untuk hidupku kelak? Bahkan menjadi mahasiswa, pada awalnya, bukan prioritas hidupku. Tapi, di sinilah aku terdampar😁😁😁

Tapi sekarang, aku sadar. Tuhan memang punya rencana indah untukku dengan menempatkan aku di bangku kuliah ini. Aku bukan saja mendapat ilmu, tetapi juga persahabatan dan wawasan yg lebih luas

Bahkan aku tetap bisa melakukan minat dan perhatianku terhadap aktivitas sosial, bahkan yg paling sederhana

Kuliah, bagiku, bukan sekedar berkutat dengan diktat (makanya, nilai ku pun ndak bagus2 amat 😁). Aku ingin tetap menjadi diriku yg bebas-merdeka melakukan aktivitas apapun. Kuliah tidak mau kuanggap sebagai belenggu untukku mengekspresikan diri.

Masa muda hanya sekali, tetapi jiwa muda akan abadi

DJANGKRIK

Aku mengenalnya pertama kali lewat akun Facebook, awal tahun ini. Sejak pandangan pertama itu, aku langsung jatuh cinta. Ada sesuatu dalam dirinya yg membuatku merasa cocok dg pribadiku: petualang, bebas, ‘macho’ yg cenderung garang, tapi tetap punya sisi lembut. Aku langsung bulatkan tekad untuk memilikinya. Dan spontan kuberi nama DJANGKRIK

Usianya memang tidak terlalu muda. Banyak bagian tubuhnya pun penuh “luka” Sebagai bukti perjuangan yg pernah ia lakukan dan lewat

Perlu extra, memang, untuk memulihkan kondisinya. Tapi aku rela.

Demikianlah, Hari-hari ku banyak kulewati bersamanya

Jangkrik, Terima kasih ya, udah temani aku menyusuri banyak jalan. Di atasmu aku merasa bebas- merdeka. Jangan lelah berjalan bersamaku, walau ku tahu kamu tak lagi muda. Tapi aku percaya kamu masih gagah

HARI BARU

Mentari pagi bersinar cukup garang pagi ini, walau cuaca terasa cukup dingin, khas musim penghujan

Langit terlihat bersih pagi ini, turut memberi semangat mereka yg mengais rejeki sejak pagi buta

Langkah ku pun tak mau kalah dengan yang berikhitiar, semoga rejeki yg cukup diberikan selalu kepada yang mau berjuang

Biarkan pagi cerah ini menjadi babak baru kehidupan bagi pintu rejeki mereka yang berusaha. “Persetan dengan corona”. Itulah pasti seruan hati mereka yg lupa bawa masker, tapi percaya Tuhan, Sang Empunya kehidupan, akan berikan yg terbaik

Terima kasih untuk sehari lagi nafas kehidupan yg boleh kuhirup

MPAY 2

Aaaah, gadis kecil itu tak pernah kehabisan gaya.

Dunianya sungguh penuh warna ceria. Dengan gaya polosnya, ia belajar dunia sekitarnya

Ia berani menjelajah di luar perkiraan kita

Fayola Aretha Zizi. Ah, aku lebih suka memanggilnya MPAY 😍 sebagai nama kesayanganku untuknya. Dan setiap orang yg kenal dia, rasanya punya nama kesayangan sendiri😁. Gadis kecil dg sejuta nama; fay, fafay, mbul, kakak… Semua dia terima dan dia respon baik, walau dia sendiri menyebut dirinya OLA. Ntah dari mana nama itu berasal🀣🀣🀣

Gadis kecil menggemaskam

Gadis kecil dg kasih sayang besar kepada adiknya

Bahagialah selalu mpay

Cerialah selalu

Engkau sahabat kecilku

JEDA

Aku menatap senja

Dalam kesendirian

Dalam keheningan

Aku mengantar senja. Ia tak pergi. Ia hanya menutup hari bagiku. Tapi di belahan lain kehidupan, ia masih dinanti dalam gerak roda kehidupan

Senja di tempatku, ada lah tanda bahwa perjuanganku hari ini telah cukup, walau terkadang aku harus merobek malam untuk memburu waktu…

Hidup menang bukan sekedar kerja. Walau dalam kerja aku “ada”. Istirahat pun bagian dari hidup agar roh kehidupan dapat kembali dipulihkan

Aku menatap senja yang berangkat menuju peraduan

Walau di belahan lain kehidupan, senja belum datang menjemput mereka yang belum lelah bekerja

Aku menatap senja, untuk berterima kasih atas satu hari lagi anugerah kehidupan yg kurasakan. Dan kuyakin, senjaku kan datang lagi esok hariπŸ™

Makanan Malam Hari Kerja yang Sehat

Terkadang, memasak terasa seperti tugas berat di penghujung hari yang sibuk. Sering kali ada godaan untuk sekadar memasukkan makanan siap saji ke dalam oven atau membungkus makanan dari restoran. Tetapi menyiapkan makanan yang sederhana dan sehat untuk keluarga tidak harus sulit atau menyita waktu. Berikut beberapa hidangan cepat saji sehat yang akan Anda dan keluarga Anda sukai. Hidangan ini bahkan bisa dipersiapkan sebelumnya.

Sarapan di Rumah saya

Di hari kerja kita sering keluar dari rumah dengan kopi di satu tangan dan sepotong roti panggang di tangan lainnya, tetapi di akhir pekan, sarapan selalu lebih santai. Persoalannya adalah keterlambatan. Terkadang sampai harus digabung dengan makan siang, dengan banyak selingan bacaan dan obrolan saat menyantap buah-buahan, telur rebus, madu, dan roti panggang. Salah satu hidangan favorit yang ingin kami sajikan ketika teman berkunjung adalah panekuk blueberry soba.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai